Pengumuman: Untuk kenyamanan belajar anak-anak, besok diadakan kerja
bakti bagi wali murid. Terimakasih. Begitu bunyi pengumuman yang
terpampang di papan pengumuman Pandan Wangi ternyata banyak
menumbuhkan kerjasama kompak wali murid dengan sekolah. Memang bukan
yang pertama kali mengadakan kerja bakti dengan wali murid, tapi sudah
sekian lama tidak aktif.
Simpati, kerjasama, ternyata tumbuh begitu cepat pada setiap wali
murid. Mereka melakukan kegiatan ini dengan senang, terlihat ketika
mereka membabat rumput liar, sebagian memotong pohon yang menurutnya
mengganggu, sebagian membuang dan banyak lain kegiatan.
Seorang guru juga beringin supaya kegiatan kerja bakti tidak terasa
garing, maka ia memutar musik capur sari. Beberapa wali murid
menyetujui dan bahkan ada yang sedikit berjoget.
Setelah satu jam lebih mereka kerja bakti, mereka mengupas beberapa
buah dan mengolah sambal untuk dibuat lutisan. Kerennya, wali murid
beriuran satu hari sebelumnya untuk memasak nasi dan jengkol. Gelak
tawa tak jarang terdengar di kuping.
Kepala sekolah Pandan Wangi, NF Halinawati, ingin membuat suasana yang
kini tidak garing menjadi lebih tidak garing. Ia membuat beberapa
permainan seperti melepas tali dari dua orang dan membuat kertas
mejadi lebih panjang, tapi tidak terputus.
Setelah acara lutisan dan makan, mereka tidak langsung bergegas
pulang. Namun, mereka malah mengambil beberapa piring dan wadah kotor
kemudian dicucinya.
Kegiatan luar biasa. Persaudaraan menjadi lebih erat dengan kegiatan
ini. Aku sendiri menggeleng-gelengkan kepala, wuiiih...
bakti bagi wali murid. Terimakasih. Begitu bunyi pengumuman yang
terpampang di papan pengumuman Pandan Wangi ternyata banyak
menumbuhkan kerjasama kompak wali murid dengan sekolah. Memang bukan
yang pertama kali mengadakan kerja bakti dengan wali murid, tapi sudah
sekian lama tidak aktif.
Simpati, kerjasama, ternyata tumbuh begitu cepat pada setiap wali
murid. Mereka melakukan kegiatan ini dengan senang, terlihat ketika
mereka membabat rumput liar, sebagian memotong pohon yang menurutnya
mengganggu, sebagian membuang dan banyak lain kegiatan.
Seorang guru juga beringin supaya kegiatan kerja bakti tidak terasa
garing, maka ia memutar musik capur sari. Beberapa wali murid
menyetujui dan bahkan ada yang sedikit berjoget.
Setelah satu jam lebih mereka kerja bakti, mereka mengupas beberapa
buah dan mengolah sambal untuk dibuat lutisan. Kerennya, wali murid
beriuran satu hari sebelumnya untuk memasak nasi dan jengkol. Gelak
tawa tak jarang terdengar di kuping.
Kepala sekolah Pandan Wangi, NF Halinawati, ingin membuat suasana yang
kini tidak garing menjadi lebih tidak garing. Ia membuat beberapa
permainan seperti melepas tali dari dua orang dan membuat kertas
mejadi lebih panjang, tapi tidak terputus.
Setelah acara lutisan dan makan, mereka tidak langsung bergegas
pulang. Namun, mereka malah mengambil beberapa piring dan wadah kotor
kemudian dicucinya.
Kegiatan luar biasa. Persaudaraan menjadi lebih erat dengan kegiatan
ini. Aku sendiri menggeleng-gelengkan kepala, wuiiih...
Kerjasama Dalam Lembaga
4/
5
Oleh
Ikunesode
