Thursday, 1 November 2012

Ku Telanjangi Kau|Bagian Satu

Semilir angin siang ini membuat ingin merebahkan tubuh ke sofa. Jus
mangga ku gelontorkan ke tenggorokan. Di depanku terdampar kolam
dengan berbagai macam ikan. Rumah sederhana dari kayu pilihan
membuatku lebih nyaman.

"Apa perlu ku buatkan kopi, mas?" kata mak Tarmi tiba-tiba, membuatku
terkaget namu ku sembunyikan

"Tak usah"

Mak Tarmi berlalu melanjutkan pekerjaannya. Suasana kembali sunyi
beberapa saat, kemudian suara ketukan muncul dari handphone-ku. Sebuah
pesan dengan nomor baru terampang di layar. Secepat mungkin ku
pencetkan jempol ke tombol. Sebuah pesan menanyakan kabarku dari
Santi, mantan kekasihku.

Ia mengajakku ketemu pada sebuah kafe malam nanti. Ku iyakan saja.
Sedikit rasa rindu juga tergores pada hatiku.

Malam pukul delapan segala persiapanku selesai. Pakaian juga parfum
sudah pasti. Ku tunggangi motor saja kali ini. Sedikit aku percepat
laju motor supaya tak sedikit pun terlambat.

Sesampai di kafe ku tengokkan kepala ke kanan lalu ke kiri dengan mata
menatap setiap sudut. Tak ku temui Sinta duduk.

"Irfan" Seru seorang wanita dengan tangan terlambai.

Ku perjelas tatapanku. "Alamak...Benarkah dia Sinta? Lebih putih,
lebih seksi, lebih cantik" Bisikku dalam hati.

"Maaf terlambat. Sudah lama, Ta?"

"Barusan saja"

Perbincangan mulai menghangat. Masalah pekerjaan, pribadi, hubungan
dan lainnya, tak acuh tema. Malam pun kian merayap.

Kami memutuskan pulang karena dingin mulai menggerayangi tubuh.
Nampaknya Sinta gelisah dengan apa dia pulang. Taksi? Sepi. Bus? Tak
mungkin.

"Kau hendak pulang? Ku antar"

"Terima kasih"

"Atau kau mau tidur di rumahku? Hanya ada mak Tarmi"

Ia mengangguk.
***
Ia duduk di balkon setelah lebih satu jam aku tertidur."Gak bisa
tidur", katanya. Ku suruh ia tidur di kamarku. Ia mengiyakan.

"Jujur. Cinta pun sampai sekarang aku masih denganmu" Ungkapku tiba-tiba.

"Begitu juga aku"

Ia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Melumat bibir kemudian melumat dan
memilin payudaranya.
***
Dor...dor...dor, suara gedoran pintu menggelegar.

"Bangun lekas sekolah, Fan"
_________

Related Posts

Ku Telanjangi Kau|Bagian Satu
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.